Urban and Regional Planning'10 UGM.
Loves photograph and Baseball,
Chelsea Hooligans
Background Illustrations provided by: http://edison.rutgers.edu/

COMFORT ZONE OR NO GROWTH ZONE ?

       Dalam hidup ini kita pasti menemukan saat-saat atau lingkup-lingkup ternyaman buat kita. Nah itu adalah saat dimana kita malas untuk melakukan hal-hal yang di luar kebiasaan kita atau hal-hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Lingkup tersebut biasa disebut Comfort zone. Memang sangat nyaman berada di dalam comfort zone ini, tidak ada ketakutan, tidak ada kecemasan, dan tidak ada tenaga yang perlu dikeluarkan untuk melakukan hal-hal yang belum pernah kita coba atau lakukan.Namun sadarkah kita bahwa comfort zone ini “menggerogoti” kita secara perlahan? Comfort zone secara sendirinya telah menggerogoti talenta-talenta dan bakat-bakat yang telah diberikan Allah kepada kita. Mengapa demikian? Pada dasarnya talenta dan bakat kita akan terlihat dan berkembang apabila kita meng-explore-nya.Nah dengan tetap berada di dalam comfort zone,seringkali cenderung tidak mau belajar sesuatu yang baru, dengan demikian bakat atau talenta yang kita miliki pun akan tetap terpendam dan tidak akan ter-explore secara maksimal

Selain itu, berada di Comfort zone membuat tingkat confidence menurun drastis bahkan lebih jauh lagi, membuat kita kehilangan banyak kesempatan! Kita cenderung pesimis dan takut untuk membreak batas-batas kebiasaan kita, sehingga cenderung membuat kita kurang percaya diri. Berada di Comfort zone membuat  banyak penolakan terhadap kesempatan yang datang. Cenderung menjadi pribadi yang statis dan menolak untuk melangkah secara progresif.

Ada beberapa hal yang membuat diri malas untuk keluar dari comfort zone.

1. Takut untuk “jatuh”. Manusia pada dasarnya memang memiliki banyak ketakutan. Ketakutan untuk gagal, ketakutan akan merugi, ketakutan akan membuang-buang waktu dan sebagainya. Hal ini membuat kita memilih untuk diam di dalam zone yang sudah kita kenal dan sudah hampir kita pastikan bahwa kita tidak akan gagal di situ.

2. Terlalu memikirkan pendapat orang lain. Alasan lain adalah terkadang kita disetir oleh “aduh nanti apa kata orang?” Kita memikirkan saat kita mencoba hal baru dan mungkin itu kurang berhasil, kita takut akan terlihat bodoh atau terlihat konyol oleh orang lain.

3. Puas dengan keadaan sekarang. “I’m getting enough” sering jadi penghambat seseorang untuk berkembang. Sudah merasa sukses lalu stop, padahal masih bisa mencapai lebih.

Nah sayang kan jika kita menyia-nyiakan bakat atau talenta yang kita punyai hanya karena alasan-alasan seperti itu. Untuk keluar dari Comfort zone memang tidak bisa instan, melainkan membutuhkan waktu, kedisiplinan, serta kemauan yang kuat untuk mau lebih maju dari sebelumnya.

Beberapa langkah praktis yang dapat membantu untuk keluar dari Comfort zone.

1. Getting Confidence. Percaya diri adalah kunci untuk melangkah keluar dan belajar banyak hal. Saat kita merasa percaya diri, kita tidak akan takut terjatuh dan tidak akan takut ditertawakan orang lain.

2. It is your life, not other’s life. Tidak usah memusingkan apa perkataan orang nanti ataupun apa yang akan orang pikirkan ketika melihat anda belajar hal baru dan mencoba hal baru. tanamkan bahwa ini adalah kehidupan kita dan jangan mau disetir oleh perkataan orang lain yang justru malah membuat kita takut melangkah

3. Biasakan diri mengambil risiko. Risiko yang saya maksud tentunya risiko yang telah diperhitungkan dengan matang dan bukan asal-asalan. Dengan terbiasa mengambil risiko, berarti kita pun terbiasa mengambil peluang. Dengan demikian, hidup kita pun menjadi lebih hidup, lebih menantang, dan lebih berkembang

4. Curiosity. Ya, kita harus jadi orang yang selalu penasaran. Penasaran akan ilmu baru, penasaran akan tantangan baru, dan penasaran seberapa jauh kemampuan kita. Ini adalah modal penting yang harus kita pegang, karena tanpa adanya rasa penasaran ini, kita akan puas dengan keadaan sekarang.

Lihatlah mereka yang telah sukses diluar sana. mereka adalah orang-orang yang berani melangkah dalam ketidaktahuan. Mereka berani untuk mencoba hal-hal baru dan terus menantang diri mereka. Ambil contoh Bill Gates, miliarder pemilik jejaring social Facebook. Saat masih kuliah dia memiliki 2 pilihan. Tetap melanjutkan kuliahnya serta meninggalkan Facebook yang saat itu masih belum menjadi apa-apa atau memilih melangkah keluar, menantang dirinya untuk mengembangkan bisnisnya sendiri yakni Facebook bahkan mengambil risiko meninggalkan bangku kuliahnya. Dan sekarang kita lihat apa yang terjadi, pilihannya meninggalkan zona nyamannya membawanya meraih sukses di usia muda.

So, semua kembali ke pilihan kita masing-masing, mau berkembang dan meraih banyak kesempatan, ya harus berani melangkah, atau mau hidup gitu-gitu aja, santai dan tidak harus pusing-pusing belajar hal baru, tetap duduk di comfort zone mu (or we called it NO GROWTH ZONE). The choice is yours..

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil, tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air . Tidaklah semua menjadi kapten, tentu ada awak kapalnya…. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu. Jadilah saja dirimu…. Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
(Kerendahan Hati, Taufiq Ismail)

LAUT YANG TENANG TIDAK AKAN MELAHIRKAN PELAUT YANG HANDAL

Tanpa ujian yang harus membuatnya tenggelam di bagian yang paling dasar, tidaklah mereka akan mampu menjadi jiwa-jiwa yang tangguh. Pujian, simpati hanyalah akan semakin membunuhnya. Sebaliknya, hinaan ataupun cacian akan membuatnya menjadi semakin kuat. Suka atau tidak suka. Sebaliknya, keheningan menjadi sebuah kegelapan. Berhati-hatilah memperlakukan orang lain, berhati-hati pula memperlakukan diri sendiri.